forum komunikasi pemuda dan pelajar sasiil

Selasa, 14 Oktober 2008




TAFSIR BEAUTY AND THE BEAST

OLEH : HENRINA

(Mahasisiwi Universitas PGRI Adi Buana Surabaya)


Beauty and the beast, kali ini bukan untuk membahas lagu atau film dari negeri barat yang sudah kondang gulindang. Tapi kali ini akan membahas kecantikan versu keburukan. Why ??? supaya kita bisa membedakan mana cantuik betulan dan mana yang palsu atau beast yang dibungkus sedemikian rupa sehingga kehilangan bentuk aslinya dan terlihat cantik semu.Beauty, perumpuan mana yang tidak mau disebut beatifull ? pasti deh hidungmu bakal kembang kempis kalau ada yang bilang how beautiful yau are. Apalagi kalau bodimu menunjang dengan tubuh yang semampai(bukan semester tak sampai), langsing, putih dan rambut indah terurai. Walah…seperti iklan-iklan di televisi. Kamupun pasti percaya seratus persen bila ada yang memuji bahwa kamu terlihat cantikdengan modal sedemikian rupa. Sudah tidak keingat lagi kalau tiu semua rayuan gombal yang pasti ada mau.Sedangkan bagi kamu yang nggak punya ciri-ciri diatas, pasti Cuma manyunkarena merasa diri nggak cantik. Udah tubuh kalau nggak kelewat kurus pastilah kelewat gemuk, kulit cokelat kusam plus rambut yang keriting.duh, seakan-akan kelahiranmu di dunia menjadi sebuah kutukan dengan penampilan seperti ini. Kamu menjadi perempuan paling merana sedunia karena tidak ada sedikitpun criteria cantik yang bisa dibanggakan. Tapi apa iya sih, definisi cantik Cuma yang kayak gini saja ??Cantik, bagaimanakah ??

Sabtu, 30 Agustus 2008

MENGHENTIKAN PRILAKU KEKERASAN DI SAPEKEN
DENGAN MEMBANGUN KESADARAN ”BAJO-ISME”
Oleh : Muarief

Masih segar dalam ingatan kita, belum lagi kering air mata keedihan tragedi amuk massa di Tanjung Kiaok yang meminta korban nyawa, melukai kehormatan sebagai sebuah ”kepulauan ibadah”, danmenghina kemanusiaan. Ditambah lagi tawuran pemuda antar pulau (kita ingat beberapa tawuran yang terjadi di kepulauan Sapeken) menambah deretan panjang prilaku anarkis dan kekerasan itu. Bukankah korban memiliki keluarga lain dan komunitas? Korban da keluarga memiliki saudara sesama manusia yang secara naluriah ikut bersedih. Semua pihak mengutuk aksi kekerasan tersebut. Dan dendam pun kembali disemai. BERSAMBUNG
PILKADES : MENGEJAR SAPEKEN
(Setitik Harapan Dari Seberang)

Oleh : Muarif
(Mahasiswa IAIN dan HIMAS Surabaya)



Tahun ini, dalam beberapa waktu dekat, pemilihan kepala desa (PilKaDes) di Sapeken akan digelar. Pilkades secara langsung dengan partisipasi penuh seluruh elemen masyarakat sapeken. Menurut salah satu sumber, pilkades yang berlangsung di sapeken diikuti oleh enam pulau yang ada di sekitarnya seperti Pulau saibus, Saur, dll akan meyuarakan aspirasinya dalam pilkades di sapeken.
Pemilihan langsung digelar guna meminimalkan ekses sekaligus mendapatkan kepala desa yang benar-benar pilihan masyarakat. Namun kualitas atau tidaknya kepala desa yang terpilih tidak lepas dari situasi masyarakat (baca: massa), dimana mereka punya andil cukup besar.
Potensi konflik yang mungkin muncul mengingat pelaksanaan pilkades di sapeken jarak waktunya berdekatan dengan pilgub jatim 2008 dan pemilu 2009 mendatang, bisa jadi massa pendukung mengalami perbedaan dan perpecahan suara di dalamnya. Perbedaan ini dapat menyebabkan benturan massa pendukung atau partai. untuk itu, kesadaran dan kecerdasan politik masyarakat yang tinggi, serta kearifan politik parpol untuk sanggup menerima menang dan kalah menjadi factor penting kesuksesan pilkades di sapeken itu. BERSAMBUNG

Jumat, 29 Agustus 2008

MEMBANGUN PULAU SASIIL DALAM PROYEKSI MASA DEPAN; SEBUAH KENISCAYAAN

(Sebuah Renungan Singkat)

Oleh : Muarif


Barangkali 50-100 tahun ke depan, orang tua seperti Bapak Mahamud, Kepala Desa, atau yang lainnya sudah memasuki usia senja, atau bisa jadi sudah berada di alam lain. Namun pertanyaannya, apa yang aka diwariskan untuk pulau yang tercinta ini, atau generasi-generasi berikutnya? Menjawabnya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi butuh perenungan yang mendalam dan tentunya dengan penuh kesadaran yang sejatinya harus tumbuh mulai sekarang. Jika tidak, keadaan dan kondisi pulau sasiil atau generasi (lebih tepatnya anak cucu kita) akan sama dengan kondisi sekarang, atau mungkin lebih parah lagi.Bersambung


Rabu, 27 Agustus 2008

KEPADA Kawan-kawan
Mahasiswa Sasiil
Di
Mana saja berada


Salam Perjuangan…
Sesungguhnya pulau kita kini sedang berada dalam ketidakmenentuan. Banyaknya problematika yang kini sedang dihadapi; keterbelakangan dalam pendidikan, dekadensi moral generasi-generasi muda seperti terjadinya tawuran pemuda antar kepulauan beberapa hari yang lalu, pengangguran, dan lain sebagainya. Hal ini dikarenakan oleh beberapa factor; ketidak tegasan kepala Desa dalam menyikapi dan menyelesaikan masalah, ketidak berhasilan para guru dalam mendidik anak didiknya, lemahnya perhatian dari orang tua, serta kurangnya kepedulian dari tokoh-tokoh agama dan masyarakat.
Oleh karena itu, kita mahasiswa sebagai begian dari pemuda yang memiiliki potensi akademik, ilmu pengetahuan, dan semangat perubahan adalah sebuah keharusan melakukan perubahan-perubahan di tengah masyarakat yang signifikan dalam membawa pulau Sasiil kea rah yang lebih baik. Semoga…!
Daqri pada itu, Forum Komunikasi Pemuda dan Pelajar Sasiil (FKPPS) sebagai tempat bernaung seluruh mahasiswa Sasiil sekaligus sebagai tempat aktualisasi diri menganbil sikap dan berkeinginan melaksanakan kegiatan SEKOLAH KADER dalam rangka menyiapkan dan mencetak generasi-generasi yang punya semangat membangun pulau sasiil ke depan, berwawasan luas, mampu merespon tantangan zaman, dan untuk menyiapkan kepemimpinan masa depan, maka dipandang perlu melakukan langkah persiapan-persiapan sebagai upaya transformasi ide serta dalam proses regenerasi. Saya kira ini menjadi agenda mendesak FKPPS.
Karenanya keterlibatan kawan-kawan di dalamnya selalu kami harapkan….Semoga apa yang hendak kita capai, mudah-mudahan akan terlaksana.

Muarif (085230704202)
Mahasiswa IAIN Suarabaya
(Penggagas ide FKPPS)
ISLAM DAN DEMOKRASI

Oleh : Muarif *


Salah satu isu yang paling populer sejak dasawarsa abad ke-20 yang baru lalu adalah isu demokrasi. Di antara indikator paling jelas dari kepopuleran tersebut adalah berlipat gandanya jumlah negara yang menganut sistem pemerintahan demokrasi. Demokrasi sebagai suatu sistem telah dijadikan alternatif dalam berbagai tatanan aktivitas bermasyarakat dan bernegara di beberapa negara, seperti diakui oleh Mahfud MD, ada dua alasan dipilihnya demokrasi sebagai sistem bermasyarakat dan bernegara, pertama, hampir semua negara di dunia ini telah menjadikan demokrasi sebagai asas yang fundamental, kedua, demokrasi sebagai asas kenegaraan secara esensial telah memberikan arah bagi peranan masyarakat untuk menyelenggarakan negara sebagai organisasi tertinggi.(1

.bersambung

Hanya Engkaulah yang kami sembah,
dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.

Q.S. al-Fatihah
FKPPS HARAPAN SASIIL
Oleh : Muarif *
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Salam Perjuangan....!

Potret sejarah Indonesia, pemuda memiliki peranan luar biasa sebagai ujung tombak perubahan. Tonggak kebangkitan lahirnya kesadaran berbangsa, dimulai sejak pemuda membuat "komunike politik kebangsaan" 28 Oktober 1928. "Satu tumpah darah, satu bangsa, dan satu bahasa".
Berbagai hal menyangkut perubahan, selalu dikaitkan peranan pemuda. Sejarah membuktikan itu. Di berbagai belahan dunia, perubahan sosial-politik menempatkan pemuda di garda depan. Tak tanggung-tanggung pemimpin besar seperti Bung Karno Presiden RI Pertama mengungkapkan kata-kata pengobar semangat "Beri aku sepuluh pemuda, maka akan kugoncangkan dunia," yang disampaikan dalam pidato kenegaraan di masa jayanya.bersambung