DENGAN MEMBANGUN KESADARAN ”BAJO-ISME”
Oleh : Muarief
Masih segar dalam ingatan kita, belum lagi kering air mata keedihan tragedi amuk massa di Tanjung Kiaok yang meminta korban nyawa, melukai kehormatan sebagai sebuah ”kepulauan ibadah”, danmenghina kemanusiaan. Ditambah lagi tawuran pemuda antar pulau (kita ingat beberapa tawuran yang terjadi di kepulauan Sapeken) menambah deretan panjang prilaku anarkis dan kekerasan itu. Bukankah korban memiliki keluarga lain dan komunitas? Korban da keluarga memiliki saudara sesama manusia yang secara naluriah ikut bersedih. Semua pihak mengutuk aksi kekerasan tersebut. Dan dendam pun kembali disemai. BERSAMBUNG
Tidak ada komentar:
Posting Komentar